SDN WIRONANGGAN 01
SDN WIRONANGGAN 01
  • Home
  • Visi dan Misi
  • Profil
  • Menu
    • Lokasi
    • Ekstrakurikuler
      • Pramuka
      • Tari
      • Paduan Suara
    • Perpustakaan
    • TPUKS
  • Contact Us

Info PPDB

DAFTAR GURU

Galeri

Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober sebagai bentuk penghargaan terhadap batik, warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pada tahun 2024, perayaan Hari Batik Nasional diharapkan menjadi momen yang istimewa untuk semakin memperkuat identitas budaya bangsa dan meningkatkan apresiasi terhadap seni batik.

Hari Batik Nasional pertama kali diperingati pada tahun 2009, setelah UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009. Pengakuan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, mengingat batik bukan hanya sekadar kain, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai, filosofi, dan sejarah yang kaya.

Tema Hari Batik Nasional tahun 2024 adalah "Batik: Warisan Budaya, Identitas Bangsa". Tema ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya batik sebagai bagian dari identitas nasional dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Melalui tema ini, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan bangga menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan batik. Dengan semakin banyaknya anak muda yang tertarik dan bangga menggunakan batik, diharapkan batik akan terus hidup dan berkembang. Pendidikan tentang batik juga perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui kurikulum sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Hari Batik Nasional 2024 adalah momen yang tepat untuk merayakan dan memperkuat identitas budaya bangsa melalui batik. Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan bangga menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini untuk generasi mendatang.



 

Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober sebagai bentuk penghargaan terhadap batik, warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pada tahun 2024, perayaan Hari Batik Nasional diharapkan menjadi momen yang istimewa untuk semakin memperkuat identitas budaya bangsa dan meningkatkan apresiasi terhadap seni batik.

Hari Batik Nasional pertama kali diperingati pada tahun 2009, setelah UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009. Pengakuan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, mengingat batik bukan hanya sekadar kain, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai, filosofi, dan sejarah yang kaya.

Tema Hari Batik Nasional tahun 2024 adalah "Batik: Warisan Budaya, Identitas Bangsa". Tema ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya batik sebagai bagian dari identitas nasional dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Melalui tema ini, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan bangga menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan batik. Dengan semakin banyaknya anak muda yang tertarik dan bangga menggunakan batik, diharapkan batik akan terus hidup dan berkembang. Pendidikan tentang batik juga perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui kurikulum sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Hari Batik Nasional 2024 adalah momen yang tepat untuk merayakan dan memperkuat identitas budaya bangsa melalui batik. Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan masyarakat semakin mencintai dan bangga menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini untuk generasi mendatang.



 

Upacara bendera hari Senin adalah tradisi yang dilaksanakan di berbagai institusi pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini memiliki makna penting dan bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air serta disiplin kepada para siswa.


Kegiatan upacara biasanya dimulai pada pukul 07.00 pagi.

Bhabinkamtibmas Polsek Gatak, Polres Sukoharjo melaksanakan Police Goes To School, menjadi Inspektur pelaksanaan Upacara Bendera di SDN Wironanggan 01 Kecamatan Gatak, Senin, 29 Juli 2024.

Bhabinkamtibmas Gatak, Bapak Adenan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa menjadi pembina upacara merupakan kegiatan Police Goes To School yang merupakan program Polri bertujuan memberikan edukasi, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di lingkungan sekolah yang kondusif. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Dalam amanat Bhabinkamtibmas selaku pembina upacara menyampaikan, jaga nama baik sekolah. Kejarlah prestasi yang akan menjadi kebanggaan orang tua, keluarga dan sekolah.

Jangan sampai masa depan para siswa-siswi hancur karena terlibat dalam perbuatan melanggar hukum, menjadi korban atau pelaku dari tindak pidana kejahatan. Karena, hal ini dapat merugikan diri sendiri,keluarga dan sekolah.

“Jadilah peserta didik yang taat kepada orang tua, menjaga nama baik keluarga dan sekolah. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan raihlah prestasi yang tinggi. Bertemanlah dengan baik tanpa bullying di lingkungan sekolah" ujar Bapak Adenan.

Bhabinkamtibmas, Bapak Adenan menambahkan, kegiatan menjadi Pembina upacara di sekolah adalah langkah dari Polsek Gatak dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas dan memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

"Giat menjadi pembina upacara merupakan langkah kita membentuk karakter generasi muda yang berkualitas dan memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara," tegas beliau. Beliau juga sekaligus berpamitan dan menjadi Pembina upacara terakhir pada masa tugas. Karena per 1 Agustus 2024 beliau sudah purna tugas atau pensiun.





 

 


Pembiasaan sholat Dhuha dan Dzuhur di SDN Wironanggan 01 merupakan salah satu praktik baik yang diterapkan oleh guru untuk membentuk karakter religius dan disiplin pada murid. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan murid, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan harmonis.

Langkah-langkah Pembiasaan Sholat Dhuha dan Dzuhur :

1. Sosialisasi dan Edukasi 

Langkah pertama adalah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada murid mengenai pentingnya sholat Dhuha dan Dzuhur. Guru dapat menjelaskan manfaat sholat Dhuha yang dilakukan pada pagi hari untuk memulai aktivitas dengan semangat dan sholat Dzuhur yang dilakukan pada siang hari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

2. Penjadwalan Sholat 

Guru dapat membuat jadwal sholat Dhuha dan Dzuhur yang disesuaikan dengan waktu istirahat dan kegiatan belajar mengajar. Misalnya, sholat Dhuha dapat dilakukan sebelum pelajaran pertama dimulai, sedangkan sholat Dzuhur dilakukan pada waktu istirahat siang.

3. Penyediaan Sarana dan Prasarana 

Sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan sholat, seperti ruang sholat atau mushola yang bersih dan nyaman, sajadah, serta mukena. Selain itu, sekolah juga menyediakan tempat wudhu yang memadai agar murid dapat berwudhu dengan mudah.

4. Pendampingan dan Pengawasan 

Guru perlu mendampingi dan mengawasi pelaksanaan sholat Dhuha dan Dzuhur. Guru dapat memberikan bimbingan kepada murid yang belum terbiasa atau belum memahami tata cara sholat dengan benar. Pengawasan juga penting untuk memastikan bahwa semua murid mengikuti kegiatan ini dengan tertib.


Pembiasaan sholat Dhuha dan Dzuhur memberikan banyak manfaat bagi murid, antara lain:

-   Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan  

-   Membentuk Karakter Disiplin  

-   Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Religius 

-   Meningkatkan Konsentrasi Belajar  


Pembiasaan sholat Dhuha dan Dzuhur di sekolah dasar adalah langkah yang sangat baik untuk membentuk karakter religius dan disiplin pada murid. Dengan melibatkan seluruh komponen sekolah dalam kegiatan ini, diharapkan murid dapat tumbuh menjadi individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.


 


Among Siswa adalah salah satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan keterampilan sosial murid di sekolah dasar. Metode ini berasal dari konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya bimbingan dan pengawasan yang penuh kasih sayang dalam proses pendidikan.

Konsep Among Siswa didasarkan pada prinsip :

- "Ing Ngarsa Sung Tuladha" (di depan memberi contoh)

- "Ing Madya Mangun Karsa" (di tengah membangun semangat)

- "Tut Wuri Handayani" (di belakang memberi dorongan)

Prinsip ini mengajarkan bahwa guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan kepada murid dalam proses pembelajaran.

Among Siswa di sekolah dasar bukan hanya sekadar metode pembelajaran, tetapi juga merupakan pendekatan holistik yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan keterampilan sosial murid. Dengan menerapkan konsep Among Siswa, diharapkan murid dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter, mandiri, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat.



 


Savari Dongeng adalah salah satu kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, mengembangkan imajinasi, serta memperkaya kosakata murid melalui cerita-cerita dongeng yang menarik dan edukatif. Selain itu, Savari Dongeng juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi di kalangan murid.

Murid-murid berkumpul di aula atau ruang kelas yang telah disiapkan. Pendongeng profesional dari BBI UIN-RMS kemudian mulai membawakan cerita dongeng dengan penuh ekspresi dan intonasi yang menarik. Beberapa cerita juga dilengkapi dengan musik dan efek suara untuk menambah keseruan.

Selain mendengarkan dongeng, murid-murid juga diajak untuk berinteraksi dengan pendongeng. Mereka dapat bertanya, memberikan pendapat, atau bahkan berperan dalam cerita yang sedang dibawakan. Interaksi ini membuat murid lebih aktif dan terlibat dalam kegiatan.


Kegiatan Savari Dongeng memberikan banyak manfaat bagi murid, antara lain:

- Meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap buku

- Mengembangkan imajinasi dan kreativitas murid

- Memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa

- Menanamkan nilai-nilai moral dan etika melalui cerita

- Meningkatkan kemampuan mendengarkan dan berinteraksi

Savari Dongeng di SDN Wironanggan 01 bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan sarana edukasi yang efektif. Dengan melibatkan murid dalam kegiatan ini, diharapkan mereka dapat lebih mencintai buku dan cerita, serta mengembangkan berbagai keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.





 


Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SDN Wironanggan 01 mengadakan karnaval yang melibatkan seluruh murid dan guru. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di kalangan murid.

Persiapan karnaval dimulai beberapa minggu sebelum acara. Guru dan murid bekerja sama untuk membuat berbagai atribut dan dekorasi yang akan digunakan dalam karnaval. Murid diajak untuk membuat karya seni seperti lukisan, poster, dan hiasan yang bertemakan Maulid Nabi. Selain itu, murid juga diajarkan tentang sejarah dan makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Pada hari pelaksanaan, murid-murid mengenakan pakaian adat dan budaya nusantara yang mencerminkan keragaman Indonesia. Mereka berbaris rapi dan berjalan mengelilingi lingkungan sekolah sambil membawa atribut yang telah mereka buat. Beberapa murid juga menampilkan drama singkat yang menceritakan kisah-kisah inspiratif dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan karnaval ini memberikan banyak manfaat bagi murid, antara lain:

- Meningkatkan pemahaman murid tentang sejarah dan ajaran Nabi Muhammad SAW

- Menumbuhkan rasa cinta dan hormat terhadap Nabi Muhammad SAW

- Meningkatkan kreativitas dan keterampilan seni murid

- Membangun rasa kebersamaan dan kerjasama di antara murid

Karnaval siswa siswi SDN Wironanggan 01 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan sarana edukasi yang efektif. Dengan melibatkan murid dalam berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, diharapkan mereka dapat lebih memahami dan menghayati nilai-nilai keagamaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.






Older Posts Home

TENTANG KAMI

Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Hari Batik Nasional 2024 : "SDN Wironanggan 01 Bangga Berbatik"
Instagram
YouTube

Categories

  • FLS2N 2
  • P5 1
  • PERPUSTAKAAN 2
  • SUMATIF 2
  • TARI 1

S.ID

Powered by Blogger

SDN WIRONANGGAN 01

Thanks For Visit

Copyright © SDN WIRONANGGAN 01. Designed by OddThemes